Meski Sulit di Prediksi Pasar Mobil 2006 Masih Potensial Senin, 5 Des 2005 13:40:22 SECARA umum, Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif paling potensial di Asia. Ketakutan akan lesunya industri mobil karena tingginya harga BBM mungkin tidak perlu dirisaukan. Karena prospek industri mobil lebih ditentukan oleh membaiknya pertumbuhan ekonomi dan kemudahan mendapatkan pembiayaan. Tingginya permintaan mobil juga dipicu dengan masuknya "generasi‑x" sebagai angkatan kerja mapan yang menambah jumlah penduduk kelas menengah sebagai target pasar industri mobil. Generasi ini menambah semaraknya penjualan mobil bekas yang secara langsung memicu penjualan mobil baru. Kondisi tersebut merupakan salah satu indikasi cerahnya industri mobil di Indonesia. "Pada tahun depan masih sulit untuk memprediksi. Namun dari gejala saat ini kita masih optimis, karena perkembangan dunia industri mobil mengarah pada arah yang positif," ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Mobil Yogyakarta (APMY) M Hanafi. Menurut Hanafi, produsen mobil sangat pandai dalam membidik pasar, karena setiap produk yang dikeluarakan mempunyai segmen bidikan tersendiri. Ada segolongan pasar yang tidak mengenal keadaan, sehingga optimisme terhadap mobil baru tetap ada. Pada perkembangannya, hingga saat ini, ada sekitar 31 merk yang dikelola oleh Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) yaitu 11 merk dari Jepang, 4 dari Korea, 6 dari Jerman, 2 dari Inggris, 3 dari Amerika Serikat dan sisanya masing‑masing 2 dari Perancis, 1 dari Swedia dan 2 dari Indonesia. Mamang, dari laporan yang diturunkan Economic Review Journal/No/201/Sep 2005 menyebutkan, krisis moneter tahun 1998 memberikan tekanan yang sangat berat pada produksi mobil di dalam negeri. Total penjualan tahun 1997 yang mencapai 386.691 anjlok hingga 85 persen pada tahun 1998. Namun hingga tahun 2004, industri mobil di Indonesia menunjukkan trend yang terus meningkat dengan rata‑rata pertumbuhan sejak tahun 2000 mencapai 12 persen. Dari data di Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota mendominasi total penjualan mobil baru yaitu, mencapai 137.324 unit di tahun 2004 atau 28,96 persen dari total penjualan mobil, diikuti dengan Mitsubishi 18,79 persen dan Suzuki 16,80 persen. Berdasarkan asal negaranya, pasar industri mobil di Indonesia dikuasai Jepang dengan market share mencapai 93,37 persen. Sisanya diperebutkan mobil‑mobil asal Korea, Jerman, Perancis, Swedia, Inggris, Amerika Serikat dan mobil lokal Indonesia. Menurut jumlah penumpang dan ukuran silinder, family car atau terkenal dengan sebutan multi purpose van (MPV) merupakan mobil yang paling banyak digemari dengan pangsa pasar mencapai 74,7 persen. Dari jumlah ini MPV silinder berukuran sedang (1500 cc sampai 3000 cc) merupakan favorit dengan total penjualan mencapai 44,6 persen. "Pertimbangan utama konsumen dalam membeli mobil adalah kapasitas mobil dan efisiensi operasionalnya. Karena itu MPV menjadi pilihan," tandas Hanafi. (c13)
 OTOMOTIF
|
 PROPERTY
| |
|
|