MADRID-- AC Milan (Italia) dan Real Madrid (Spanyol) tersingkir di babak 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan lawan-lawannya, Kamis (11/3) dinihari WIB. Milan dikalahkan Manchester United (MU) dalam leg kedua dengan skor telak 0-4 atau secara agregat kalah 2-7 (leg pertama kalah 2-3). Sementara Real Madrid hanya bermain seri 1-1 pada leg kedua, Kamis dinihari kemarin, dan secara agregat kalah 1-2 dari Olympique Lyon.
Impian Real untuk meraih gelar juara Eropa ke‑10 kali di kandang mereka di Stadion Bernabeu, Mei mendatang, kandas setelah Miralem Pjanic mencetak gol pada menit ke‑75, sehingga kedudukan akhir imbang 1‑1. Gol ini sekaligus menyelamatkan Lyon dari kekalahan karena pada menit keenam, Madrid sempat unggul 1-0 melalui kaki Cristiano Ronaldo.
"Anda boleh mengatakan ini merupakan pencapaian kami paling hebat. Kami keluar dari bencana. Saya angkat topi pada para pemain. Kami memainkan sepak bola menawan pada babak kedua dan saya kira kami pantas mendapatkan kemenangan itu," kata pelatih Lyon Claude Puel.
Hasil ini sungguh menyakitkan karena Ketua Real Florentino Perez sudah mengeluarkan dana besar sekitar seperempat miliar euro (340 juta dolar) pada musim panas lalu untuk mengakhiri masa suram klub itu dalam kompetisi Liga Champions. Hasil ini juga sekaligus menentukan nasib dan masa depan pelatih Manuel Pellegrini.
Pemain tengah dan kapten Real Guti mengaku, hasil ini terasa lebih mentakitkan, apalagi pertandingan final Liga Champions musim ini akan diadakan di stadion mereka, Mei mendatang. Ia sendiri mengeritik beberapa temannya yang bermain rakus.
"Seharusnya kami lebih kompak dalam satu tim dan tidak terlalu banyak bermain perorangan," katanya.
Real mengawali permainan dengan kuat, mendominasi bola dan penjaga gawang Hugo Lloris harus keluar sarang mengejar bola yang ada di kaki Kaka. Namun, tim tuan rumah memimpin beberapa saat kemudian. Guti mengirim bola kepada Ronaldo, yang kemudian berhasil menggetarkan jala Lyon. Gonzalo Higuain nyaris membuat gol kedua pada menit ke‑26, namun bola melayang di luar mulut gawang.
Namun, pemain Lyon Pjanic membuat penonton tuan rumah terdiam. Ketika mendapat bola panjang di area Real 15 menit menjelang pertandingan berakhir, ia melakukan tembakan yang tak dapat dijinakkan penjaga gawang lawan. Kedudukan menjadi 1-1 hingga pertandingan berakhir.
Sementara itu, AC Milan kalah menyakitkan dari Manchester United dengan skor telak 0-4. "Pada suatu saat, ada yang akan mengenang sebuah klub bernama AC Milan," sindir La Gazzetta dello Sport atas hasil buruk Milan, Kamis (11/3) dinihari WIB.
"Mission impossible berubah menjadi sebuah penghinaan, dan sisa‑sisa kejayaan Milan masih tertinggal di Old Trafford," lanjut media olahraga terbesar di Italia itu.
Kriti serupa datang dari La Repubblica. Mereka menyoroti banyaknya gol yang bersarang di gawang Christian Abbiati dalam laga tersebut, dimana dua di antaranya dicetak Wayne Rooney. "Milan dipermalukan. Sebuah pelajaran dari Rooney. Milan keluar lapangan dengan kepala tertunduk. Skor 4‑0 bukan kekalahan, tapi sebuah penghancuran," tulis La Repubblica.
Milan tampil tidak dengan kekuatan penuh dalam laga tersebut. Meski sempat dikabarkan bakal pulih, Alexandre Pato akhirnya tak bermain dan digantikan Klaas‑Jan Huntellar. Milan malah dapat musibah lain karena Alesandro Nesta ternyata juga tak bisa merumput.
Keputusan Leonardo mencadangkan David Beckham juga dikritik karena dianggap tak sejalan dengan taktik yang coba dipraktekkannya sendiri. Komentator pertandingan mempertanyakan keputusan menyimpan Becks mengingat sang gelandang bakal bisa menservis dengan baik Huntellar dan Marco Borriello yang dipasang di lini depan.
Dalam editorialnya, Gazetta juga menyalahkan Milan yang tak mampu mencari pemain dengan kualitas tinggi setelah Kaka pergi ke Madrid di akhir musim lalu. Alhasil di sepanjang pertandingan Milan tak pernah benar‑benar bisa mengembangkan permainan. (dtc/ant/rtr)