JOGJA -- Diwarnai hujan deras yang disertai petir, tuan rumah PSIM Jogja berhasil mewujudkan target meraih poin penuh lewat kemenangan dengan skor 3-2 atas PS Mojokerto Putra (MP), dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2009/ 2010 Grup III/ Wilayah Timur di Stadion Sasana Krida, Komplek Akademi TNI AU (AAU), Selasa (9/3) sore.
Berbeda dengan biasanya, kemenangan tim Laskar Mataram itu tidak disambut gegap gempita ribuan pendukungnya, terutama suporter Brajamusti. Maklum saja, pertandingan PSIM kontra MP tersebut merupakan laga usiran kedua yang harus digelar tanpa penonton dari tiga kali sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Panpel PSIM, menyusul kerusuhan yang terjadi saat Tim Laskar Mataram menjamu PSS Sleman, di Stadion Mandala Krida, 12 Februari
lalu. PSIM pun masih harus melakoni satu kali lagi laga usiran tanpa penonton melawan Persibo Bojonegoro, di tempat yang sama, Sabtu (13/3) mendatang.
Kemenangan PSIM atas MP itu tak lepas dari kehadiran pelatih berpengalaman, Dananjaya, yang sengaja diminta untuk mendampingi pelatih kepala Yefri Yanes. Berbagai masukan dan saran Dananjaya, harus diakui ternyata membawa angin segar bagi Tim Laskar Mataram PSIM. Terbukti, sejak wasit Suharto dari Jakarta membunyikan peluit panjang pertanda kick off, permainan yang ditampilkan Johni Sukirta dan kawan-kawan, tampak lebih terpola, hidup dan berkembang. Bahkan, kendati tanpa dukungan penonton, khususnya suporter Brajamusti, anak-anak PSIM mampu bermain lebih sabar, tenang dan penuh rasa percaya diri. Akibatnya, hanya dalam tempo 11 menit, tuan rumah PSIM sudah leading lebih dulu, menyusul gol yang dicetak Bayu Andra lewat tendangan bebas melengkung yang berhasil melewati pagar pemain di daerah gelandang kanan lawan.
Sayangnya, skor 1-0 untuk PSIM itu, tidak mampu bertahan lama. Hanya berselang empat menit kemudian atau menit ke-15, melalui serangan balik cepat, Charles Oben Orok berhasil memperdaya dua pemain belakang PSIM, Johni Sukirta dan Andri Wirawan, sekaligus menaklukkan kiper Oni Kurniawan, sehingga mengubah skor menjadi imbang 1-1 yang bertahan hingga babak I usai.
Namun, hanya selang satu menit setelah babak II dimulai, PSIM kembali mampu mencetak gol lewat hasil sontekan kaki Engkus Kuswaha, meneruskan tendangan keras mendatar dari kaki kiri Tulus Saptianto saat terjadi kemelut di mulut gawang MP. Sedangkan gol ketiga PSIM disumbangkan pemain pengganti Hasan Basri Lohy, menit ke-69 memanfaatkan umpan matang Elthon Maran yang berawal dari serangan balik saat terjadi sepak pojok di sisi kanan gawang Oni. Delapan menit sebelumnya, gelandang serang PSIM tersebut diturunkan menggantikan Steven Anderson Imbiry, karena cedera.
Dalam kedudukan 3-1 untuk PSIM, akhirnya MP mampu memperkecil kekalahan menjadi 3-2, setelah Charles Oben Orok untuk kedua kalinya kembali lepas dari kawalan pemain belakang PSIM, sehingga dengan mudah menjebol gawang Oni. Sepanjang babak II, hujan turun semakin deras disertai beberapa kali kilatan, disusul petir yang menggelegar. Akibatnya, setiap kali terjadi kilatan petir, tanpa dikomando pemain kedua tim pun langsung tiarap untuk "menyelamatkan diri." Meski tidak terlalu mempengaruhi penampilan kedua itm, pemandangan tersebut sedikitnya berlangsung sampai dua kali.
Manajer tim PSIM, Aji Sutarto mengaku puas atas penampilan maupun hasil yang diraih anak buahnya. "Kemenangan ini menjadi modal penting bagi anak-anak, terutama untuk menghadapi lawan berikutnya di kandang, yakni Persibo Bojonegoro, Sabtu mendatang," ujar Aji dengan wajah sumringah. (rob)