MAKASSAR--Kubu tuan rumah Selatan Selatan (Sulsel) memprotes kepemimpinan wasit yang mengakibatkan kekalahan petinju Sulsel Rico Amanupunyo dari petinju Papua M Taufan di partai semifinal Sarung Tinju Emas (STE) 2010 Makassar.
Ketua pengprov Pertina Sulsel Adnan Puricha Ichsan di Makassar, Rabu (10/3) menyatakan, pihaknya telah melayangkan surat protes ke Dewan Juri PB Pertina atas kepemimpinan wasit yang memimpin partandingan dua petinju nasional Rico melawan Taufan
"Sejak STE 2010 berlangsung, sudah dua wasit yang bermasalah, bahkan satu di antaranya telah dinonaktifkan karena membuat banyak kesalahan pada saat memimpin pertandingan," ujar Adnam tanpa menyebut nama wasit yang dimaksud.
Atas kekalahan Rico tersebut, memicu kemarahan Sekum pengprov Pertina Sulsel Ian Latanro yang melempar botol air meneral ke arah wasit. Kubu tuan rumah mengajukan protes karena mereka menilai wasit yang memimpin pertadingan banyak merugikan petinju Sulsel.
Rico banyak mendaratkan pukulan telak ke wajah lawan, namun tidak memperoleh nilai.
Sebagai contoh, dua pukulan telak di ronde ke empat (terakhir) menerpa wajah petinju Papua M Taufan, tetapi wasit tidak memberi nilai. Bahkan pukulan hook kanan Rico bersarang di wajah lawan sehingga mengucurkan darah. Dari enam petinju Sulsel yang turun di kejuaraan STE Makassar, Sulsel baru meloloskan satu petinju ke final yakni Jefri, sementara Alex Tatontos masih harus berjuang di babak semifinal.
Selain Rico yang gagal melangkah ke final, petinju tuan rumah lainnya Jalaluddin juga kandas di semifinal, sedangkan dua lainnya gugur di babak penyisihan. Dengan kekalahan itu, maka target Sulsel untuk merebut gelar juara umum sudah pupus. (ant)