UII Lepas 569 Mahasiswa KKN Rabu, 14 Okt 2009 11:07:22 SLEMAN-- Sebanyak 569 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UII dilepas Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc di Auditorium Kahar Muzakir Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Ngaglik, Sleman, Senin (13/10) kemarin. Para mahasiswa KKN UII angkatan ke-39 tersebut akan disebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di Kabupaten Klaten, program KKN akan mengembangkan teknologi tepat guna yang ekonomis dengan memanfaatkaan potensi limbah ternak yang banyak dimiliki masyarakat setempat. Limbah ternak tersebut diola menjadi biogas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pedesaan, seperti untuk kegiatan memasak dan penerangan rumah. Selain itu, mahasiswa KKN juga akan mengembangkan bidang pertanian, penyuluhan kesehatan, perbaikan lingkungan dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengembangan home industry. Untuk mendukung kegiatan tersebut, menurut Kepala Pusat KKN Ir Agus Taufiq, MSc seperti dikutip Wahidin Rapegawi dalam rilis yang dikirim ke redaksi Bernas Jogja via e-mail, Senin (13/10), DPPM‑UII khususnya Pusat KKN telah melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga (DISPORA) Provinsi DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Pertanian baik dalam bentuk pemberian bantuan dana, bibit pohon penghijauan tim penyuluh pertanian dan kesehatan masyarakat. Menurut Ir Agus, dalam KKN angkatan 39 ini, terdapat 52 peserta KKN berusia 45 sampai 55 tahun. Mereka mereka mengikuti KKN sama dengan mahasiswa yang berusia rata‑rata 21‑22 tahun. "Mereka adalah mahasiswa alih program pada S1 Program Studi Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Agama Islam berasal dari guru‑guru SD dan SLTP yang ingin menyelesaikan S1," kata Agus. Sementara Rektor UII Prof Edy Suandi Hamid menghrapkan para mahasiswa KKN agar dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengembangan home industry, pertanian, teknologi tepat guna yang ekonomis seperti pembuatan biogas, penyuluhan kesehatan dan menanamkan kesadaran masyarakat pedesaan terhadap pemeliharaan lingkungan. Karena itu, Rektor meminta mahasiswa KKN untuk mengembangkan potensi yang ada di pedesaan sesuai disiplin ilmu yang dimiliki, misalnya mahasiswa teknik bisa memanfaatkan kotoran hewan ternak di pedesaan untuk diola menjadi biogas, tumbuh kembangkan industri rumah tangga masyarakat pedesaan seperti peningkatan produksi baik kualitas maupun pemasaran. Selain itu, Prof Edy meminta mahasiswa KKN agar memiliki kearifan lokal, memahami adat‑istiadat masayarakat setempat dan menjaga nama baik almamater UII dengan selalu memperhatikan etika dan norma‑norma keagamaan selama berada di lokasi KKN. Setelah menyampaikan pengarahan, rektor melepas secara simbolis peserta KKN ditandai dengan pemakaian jaket almamater kepada empat wakil peserta KKN. (phj)
| Indeks PENDIDIKAN hal 1 dari 135 | next >> |
 INTERNASIONAL
|
 JAWA TENGAH
|
 NASIONAL
|
 SPORT
|
 PENDIDIKAN
|
 WACANA
|
 MAGELANG
| |
|
|