WARJONO/BERNAS JOGJA
MAKIN MERIAH -- Suasana acara Remboeg Kampoeng yang diselenggarakan Bernas Jogja bekerjasama dengan kantor Pertanahan Sleman dan didukung Djie Sam Soe di Dusun Sempu Pakembinangun Sleman, Senin (30/6). Di putaran ke-4 ini acara Remboeg Kampoeng berlangsung makin meriah.
Remboeg Kampoeng Bernas Jogja-Dji Sam Soe dan Kantor Pertanahan Sleman Pokmas, Upaya Percepat Penyelesaian Masalah Pertanahan Rabu, 2 Jul 2008 11:46:59 SLEMAN -- Kantor Pertanahan Sleman mendorong peran aktif warga atau masyarakat dalam upaya mengurusi masalah-masalah terkait dengan pertanahan. Peran aktif warga ini bisa diwujudkan melalui pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) di masing-masing wilayah. "Ini sebenarnya gagasan lama, dan dulu pun sudah ada yang terbentuk. Tapi dengan struktur baru di kantor pertanahan kami berharap pendirian Pokmas ini bisa lebih didorong dalam rangka membantu masyarakat sendiri dan juga pemerintah terkait dengan masalah-masalah pertanahan," kata Kepala Sub Bagian TU Kantor Pertanahan Sleman, Sugiarto, dalam dialog Kupas Tuntas Pertanahan Remboeg Kampoeng, yang diselenggarakan Bernas Jogja bekerjasama dengan Kantor Pertanahan Sleman di Aula Unit PTD Perikanan Dusun Sempu Pakembinangun Sleman, Senin (30/6) malam. Dalam dialog yang didesain santai dan terbuka dengan didukung penuh oleh Dji Jam Soe ini, hadir Kaur Pemerintahan Desa Pakembinangun Drs H Kusnanto, serta dua pembicara yakni Sugiarto SD dan Drs Supardi. Disela-sela dialog, peserta juga diajak menikmati hiburan kelompok pemuda kreatif dusun Sempu yang mendendangkan lagu-lagu Koes Plus. Sugiarto mengatakan, keberadaan Pokmas ini sangat penting mengingat semua hal terkait dengan pertanahan, yang paling tahu sebenarnya adalah masyarakat sendiri. Sehingga ketika Pokmas terbentuk, diharapkan mereka nanti bisa membantu kantor pertanahan (pemerintah-red) dan terlebih membantu masyarakat di lingkungan sendiri untuk menyelesaikan segala persoalan terkait dengan pertanahan. "Peran Pokmas akan sangat strategis. Setiap ada perubahan peraturan terkait dengan pertanahan, mereka akan kami update akan kami berikan informasinya. Jadi akan semakin mengeliminir gap informasi dan pengetahuan antara pemerintah dan masyarakat. Ini penting mengingat tanah menjadi asset yang makin berharga," lanjutnya. Terkait dengan hal ini, kantor pertanahan menurut Sugiyarto telah menyiapkan blangko Pokmas yang diharapkan bisa membantu daerah yang ingin membentuk Pokmas tersebut. Selain itu, kantor pertanahan juga memiliki pos anggaran yang khusus disiapkan untuk membantu program-program pemberdayaan Pokmas. "Pokmas nya sendiri memang bersifat sosial kemasyarakatan. Anggaran yang kami punya hanya untuk mendanai kegiatan operasional terkait dengan penyuluhan, dialog atau program-program yang sifatnya memfasilitasi pertemuan pokmas dan masyarakat dengan kami," katanya. Selain Pokmas, Kantor Pertanahan Sleman akan segera meluncurkan unit mobil keliling untuk melayani urusan pertanahan di masyarakat. Mobil keliling ini nantinya akan dioperasikan terutama di daerah-daerah yang lokasinya jauh dari kantor pertanahan. "Ini semua untuk menepis image di masyarakat, bahwa urusan pertanahan itu sulit, lama dan mahal. Padahal tidak samasekali. Pengurusan tanah mudah, murah dan cepat. Berapa lama urusan terkait tanah, semua sudah ditentukan di Surat Keputusan kepala BPN No 1 tahun 2005. Lama dan tidaknya memang tergantung jenis layananannya," tegas Sugiarto. Remboeg Kampoeng yang digelar di Dusun Sempu Pakembinangun ini sendiri merupakan putaran keempat yang diselenggarakan Bernas Jogja bekerjasama dengan Kantor Pertanahan Sleman dan didukung oleh Djie Sam Soe. Untuk putaran kelima, akan digelar Jumat (4/7) di Dusun Blendangan Tegaltirto Kecamatan Berbah. (aro)
|
|