CyberNas Group : CyberNas | Metro | Teen | Community | Buzz | Weekend | Kids | Style | Culture | Women | Event | Sport | Game

Detail news : CyberCulture > > 4
Jumat, 12 Maret 2010 | 19:15:04 wib
Tari Pendet dan Klaim Malaysia
Rabu, 26 Ags 2009 12:05:37

  KASUS klaim Malaysia atas budaya Nusantara ini memang bukan yang pertama. Dan, boleh jadi pula tidak akan menjadi yang terakhir. Bagi budayawan, Radhar Panca Dahana, klaim budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan Pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa‑apalah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk promosi," kata Radhar.
Bagi Radhar, kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin bahwa kita terluka dan malu karena sadar sebagai pemiliknya, tidak memerhatikan. "Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli," ujarnya.
     Agar kejadian serupa tak terulang lagi, Radhar meminta pemerintah agar lebih memerhatikan kebudayaan. "Kita majukan budaya kita, supaya kita ada di depan. Munculkan budaya kita dalam upacara‑upacara, acara‑acara. Jangan lagu‑lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden kita," katanya menandaskan. 
     Ketika Tari Pendet yang dikenal melekat kuat dengan budaya Bali itu muncul dalam iklan promosi pariwisata Malaysia, tak pelak masyarakat Indonesia kembali tersentak.
     Setelah klaim atas tarian Reog ponorogo, angklung, batik, hingga lagu "Rasa Sayange" yang asli Maluku, sekarang ini giliran Tari Pendet diklaim sebagai milik Malaysia.
     Menyambut iklan itu, gelombang protes pun berdatangan. Di Denpasar, puluhan seniman Bali melancarkan aksi protes kepada Ida Ayu Agung Mas, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD‑RI), di Taman Budaya Denpasar, Sabtu 22 Agustus silam.
     Para seniman itu mendesak pemerintah agar dapat mempertahankan produk kesenian yang ada untuk kembali didata dan didaftarkan. Sehingga, tidak mudah diklaim oleh negara lain. 
     Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bapak Prof Wayan Dibia MA, Tari Pendet merupakan bagian dari warisan budaya kita, yang mana dalam tarian tersebut menampilkan nilai‑nilai seni dan simbol‑simbol budaya, yang hanya dimiliki oleh tradisi budaya Hindu Bali.
     Berdasarkan pengamatan Pak Dibia, Tari Pendet yang tayang berkali‑kali dalam iklan "Visit Malaysia" itu dilakukan oleh alumni ISI Denpasar bernama Lusia dan Wiwik. Pengambilan gambar tersebut dilakukan oleh Bali Record sekitar dua hingga tiga tahun lalu.
     Pihak Dinas Kebudayaan Bali sendiri memastikan tidak pernah menerima permohonan izin atau pemberitahuan dari pihak‑pihak terkait di Malaysia, untuk menggunakan Tari Pendet sebagai sarana promosi pariwisata mereka.
     Meski begitu, Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Bapak Ida Bagus Sedhawa, mengakui pihaknya tidak bisa melarang penggunaan tarian itu karena Tari Pendet, termasuk yang belum menjadi hak kekayaan intelektual Bali. Memprihatinkan sekali ya, mustinya pewarisan budaya itu bisa kita jaga, lestarikan dan sayangi agar tidak diaku milik bangsa lain. (int)

Indeks hal 1 dari 1
Terbaru dari CyberCulture
BUDAYA
SENI
SASTRA
ADAT TRADISI
Berita Terkait

Cyber Nas
Fatwa Haram Merokok, Buruh Tembakau Resah
(Jumat, 12 Mar 2010 11:15:49)
PDAM Klaten Sambut Raperda Inisiatif Air Tanah
(Jumat, 12 Mar 2010 11:15:05)
Tiap Bulan 210 Orang Tewas di Jalan Raya
(Jumat, 12 Mar 2010 11:14:20)
Cyber Metro
Sepeda Motor Raib
(Jumat, 12 Mar 2010 10:42:13)
Kios Disatroni
(Jumat, 12 Mar 2010 10:41:38)
Tabrakan, Dua Terluka
(Jumat, 12 Mar 2010 10:41:00)
Cyber Teen
Yuk Nyanyi Lagu Kebangsaan Seblum Belajar...
(Rabu, 10 Mar 2010 10:16:16)
Perlu Upaya Menyeluruh
(Rabu, 10 Mar 2010 10:14:59)
Aswin Bahar Pratama Jago Bahasa Inggris
(Rabu, 10 Mar 2010 10:13:37)
Cyber Community
Sanli BTI Direspon Positif
(Sabtu, 12 Sep 2009 12:56:27)
PITI: Indonesia Diperhitungkan Tiongkok
(Sabtu, 12 Sep 2009 12:53:52)
Donor Darah di RS Panti Rapih
(Sabtu, 12 Sep 2009 12:51:38)
Cyber Buzz
Figur Pemimpin
(Jumat, 12 Mar 2010 09:02:08)
Mentari Dekatkan Kehangatan dan Kebersamaan Keluarga
(Jumat, 12 Mar 2010 09:00:33)
Bisnis Finance Berkembang di Jogja
(Jumat, 12 Mar 2010 08:59:11)
Cyber Weekend
Gunung Nglanggeran Alternatif Wisata
(Sabtu, 12 Sep 2009 11:19:19)
Sekolah Impian, Kualitas Atawa Gengsi ?
(Rabu, 9 Jul 2008 14:00:16)
Sekolah Negeri Masih Difavoritkan
(Rabu, 9 Jul 2008 13:56:47)
Cyber Kids
Dapat Sertifikat Bahasa Inggris
(Senin, 3 Ags 2009 11:45:34)
Mengenal SDIT Internasional Luqman Al-Hakim
(Senin, 3 Ags 2009 11:44:30)
Lihat Pameran Sambil Belajar
(Senin, 3 Ags 2009 11:43:32)
Cyber Style
Gaya Simpel dan Unik Sedang Booming
(Senin, 21 Jul 2008 10:28:00)
Menyulap Interior Mobil Sesuai Selera
(Kamis, 26 Jan 2006 09:24:17)
Pasar Mobil 2006 Masih Potensial
(Senin, 5 Des 2005 13:40:22)
Cyber Culture
Tari Pendet dan Klaim Malaysia
(Rabu, 26 Ags 2009 12:05:37)
Pendet, Tari Persembahan Nan Agung
(Rabu, 26 Ags 2009 12:04:48)
Gamelan
(Sabtu, 11 Feb 2006 20:49:55)
Cyber Women
Puasa, Perpanjang Usia Biologis
(Senin, 3 Ags 2009 11:33:58)
Cermat Memilih Les untuk Anak
(Senin, 3 Ags 2009 11:32:47)
Urusan Sarapan, Kenapa Harus Ibu?
(Senin, 3 Ags 2009 11:31:42)
Cyber Event
Digelar "Sing&Modern Dance Competition"
(Sabtu, 23 Mei 2009 09:00:00)
Pokmas, Upaya Percepat Penyelesaian Masalah Pertanahan
(Rabu, 2 Jul 2008 11:46:59)
Bahas Pertanahan di Sleman
(Senin, 2 Jun 2008 09:02:45)
Cyber Sport
Milan dan Madrid Tersingkir
(Jumat, 12 Mar 2010 10:47:40)
Irfan Jadi Korban Kebrutalan Suporter
(Jumat, 12 Mar 2010 10:46:50)
18 Pemain PPSM ke Tangerang
(Jumat, 12 Mar 2010 10:45:42)
  

CyberNas Group : CyberNas | Metro | Teen | Community | Buzz | Weekend | Kids | Style | Culture | Women | Event | Sport | Game
Cyber Partner : Kedutaan RI | Hotel | Industri | Bank | University | Pesawat Terbang | Kereta Api | Taxi | Restouran | Bar & cafe
Powered by ELPRIMA GROUP