|
Detail news : CyberCulture > > 3
Jumat, 12 Maret 2010 | 05:57:08 wib

Pendet, Tari Persembahan Nan Agung Rabu, 26 Ags 2009 12:04:48 SIAPAPUN tahu, Tari Pendet yang merupakan tari pemujaan yang berkembang menjadi tari "ucapan selamat datang" berasal dari Bali. Keberadaan tari yang melekat dengan kultur Pulau Dewata itu meruyak tiba-tiba, menjadi bahan perbincangan hangat beberapa saat terakhir manakala tarian tersebut di-klaim sebagai "milik" Malaysia. Hal yang sama seperti pernah dilakukan terhadap produk budaya lain dari reog, angklung sampai lagu "Rasa Sayange". Seperti apa keagungan Tari Pendet sesungguhnya? Pada awalnya, Tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tari yang tercipta awal tahun 1950-an ini menggambarkan penyambutan atas turunnya Dewa‑dewi ke alam marcapada yang merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Lambat‑laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral‑religius. Taburan bunga disebarkan di hadapan para tamu sebagai ungkapan selamat datang. Merunut dari sejarah, tari pendet telah lama mengakar dalam budaya Bali. Bapak Wayan Dibia, Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, mengatakan, Tari Pendet merupakan salah satu tarian yang paling tua di antara tari‑tarian sejenis yang ada di Pulau Dewata. "Berdasarkan beberapa catatan, para ahli seni pertunjukan Bali sepakat untuk menyebutkan tahun 1950 sebagai tahun kelahiran tari pendet," ujar Bapak Dibia. Penggagas tarian tersebut, lanjut Pak Dibia, adalah dua seniman kelahiran Desa Sumertha Denpasar, yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Kedua seniman tersebut menciptakan Tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari, untuk disajikan sebagai bagian dari pertunjukan turistik di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali. Ia mengatakan, sejak diciptakan tarian itu selalu dijadikan acara pembuka bagi sajian tari Bali lainnya. Pada 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali Tari Pendet tersebut dengan pola seperti sekarang, termasuk menambahkan jumlah penarinya menjadi lima orang. Berselang setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan‑kawan menciptakan Tari Pendet massal dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang, untuk ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Game di Jakarta. Bung Karno yang intens meneliti setiap persiapan Asian Games, mulai dari persiapan kelengkapan sarana stadion, hotel, hingga materi penyambutan, sangat senang dengan gagasan Beratha. Presiden Sukarno pula yang kemudian mendorong proses penciptaan Tari Pendet secara masal ini. Bahkan tidak berlebihan jika sejak momentum itu pula, tari pendet begitu dikenal di Indonesia, bahkan dunia, serta identik dengan tari selamat datang yang memukau karena keindahan gerak serta kecantikan para penarinya. Bahkan jauh hari sebelum momentum 1962, Bung Karno sangat menyenangi tari Bali. Bukan saja karena ia berdarah Bali, tetapi Sukarno begitu membanggakan tari Bali kepada tamu‑tamu manca negara. Tak heran jika tari Bali nyaris tak pernah absen ditampilkan dalam acara‑acara kenegaraan, di samping tentu saja tari dan budaya Nusantara lain. Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian‑tarian pertunjukan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa. Tarian ini diajarkan sekadar dengan mengikuti gerakan dan jarang dilakukan di banjar‑banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik. Tari putri yang memiliki pola gerak yang lebih dinamis dari Tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan, ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing‑masing penari membawa sangku, kendi, cawan dan perlengkapan sesajen lainnya. (int)
| Terbaru dari CyberCulture |
 BUDAYA
|
 SENI
|
 SASTRA
|
 ADAT TRADISI
| |
|
 | Berita Terkait |
 |
|
|