CyberNas Group : CyberNas | Metro | Teen | Community | Buzz | Weekend | Kids | Style | Culture | Women | Event | Sport | Game

Detail news : CyberNas > WACANA > 11472
Sabtu, 13 Maret 2010 | 00:11:17 wib
Begitu Banyak Cinta Usai Guncangan Gempa
Oleh : Wuryanti Puspitasari
Senin, 12 Okt 2009 09:59:44

  Di antara puing sisa puluhan ribu rumah, bangunan dan fasilitas umum yang rata dengan tanah, di antara bau bangkai dan wajah pasi dari sebagian penduduk yang baru tertimpa musibah di Sumatera Barat, ada pemandangan yang akrab dalam beberapa hari terakhir : kerelaan berbagi dan menolong. 
                Sejak gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang Bumi Andalas, meluluhlantakkan semua yang ada, menghapus keceriaan di wajah anak‑anak yang masih dalam suasana liburan sekolah pascalebaran, wilayah itu tiba‑tiba semakin ramai dan padat oleh kedatangan wajah‑wajah baru. 
                Setiap beberapa puluh meter kita melangkah di Kota Padang, Sumatera Barat contohnya, maka wajah‑wajah asing itu dapat dengan mudah terlihat, mencolok, dengan seragam yang senada, bergerombol dan sibuk memetakan daerah‑daerah yang menjadi korban gempa bumi di wilayah itu. 
                Mereka, wajah‑wajah baru itu, tamu‑tamu asing itu, bukan turis yang biasa datang ke wilayah itu untuk menikmati keindahan kota, juga bukan perantau yang ingin menetap atau mencari kerja. Mereka adalah relawan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. 
                Wajah‑wajah dari berbagai kebangsaan, yang melebur jadi satu bersama warga setempat, menyatu dalam duka ranah minang. 
                Mereka tidak mengharapkan keuntungan, tidak menginginkan ucapan terima kasih, tidak memikirkan peluh yang menetes. Mereka hanya menawarkan ketulusan untuk membantu sesama, puluhan ribu manusia yang menjadi korban gempa bumi di wilayah itu. 
                Para tamu tersebut sebagian besar merupakan relawan dari berbagai macam organisasi kemanusiaan di dalam maupun luar negeri. 
                Para tamu yang datang beberapa jam atau beberapa hari setelah kejadian, seakan tidak mau lama‑lama menunggu, seakan tidak sabar untuk segera membangkitkan kembali semangat penduduk di wilayah yang kini muram akibat bencana. 
                Dari Indonesia, organisasi kemanusiaan yang ikut andil dalam memberikan cinta kepada sesama melalui bantuan ikhlas yang diterapkan dalam bentuk materil maupun imateril, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Bulan Sabit Merah Indonesia (BMSI) dan masih banyak lagi yang lainnya. 
                Sementara dari luar negeri di antaranya lembaga IOM, Hope Indonesia, JICA, AusAID Australia, UNFPA, HK Logistic, US Consul General Medan, USAID, European Commision, Mahkota Medical Centre Hospital asal Malaysia, IHH Humanitarian AID Turkey, Church World Service (CWS), UNOCHO dan lain sebagainya. 
                Satu kepentingan dalam satu lokasi, hal itu mengakibatkan warna kulit, kebangsaan, golongan, asal usul serta bahasa melebur jadi satu. Berada dalam satu wilayah, berinteraksi dengan keakraban yang luar biasa dan menyorotkan rasa kasih antar umat manusia. 
                Semuanya didasari oleh kecintaan terhadap sesama. Untuk menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Untuk ikut sejenak berempati kepada mereka yang baru saja kehilangan rumah, kehilangan keluarga yang tewas saat gempa melanda dan kehilangan rasa nyaman, rasa aman. 
                Karena bagi mereka yang hidup, hanya trauma yang tersisa, takut ada gempa susulan, khawatir kalau ada bencana tambahan. 
                Bagi mereka yang berasal dari luar negeri, kesulitan berbahasa, kesulitan untuk tidur, makan dan mandi seakan tidak mempengaruhi semangat mereka untuk ada di sana. 
                Mereka memberikan solidaritas melalui bentuk kehadiran untuk menegaskan bahwa mereka ada, siap membantu dan siap bersusah‑susah sementara waktu. 
                Atas dasar semangat dan cinta kasih untuk berempati terhadap sesama, para relawan asing itu berdatangan untuk membantu proses evakuasi, membantu proses pengobatan serta membawa sejumlah bantuan logistik untuk masyarakat korban gempa. 
                Di antara mereka ada yang memiliki keahlian khusus untuk menghadapi proses evakuasi, khususnya cara menolong korban yang tertimbun reruntuhan gedung, longsoran tanah dan lain sebagainya. Di antara mereka juga ada yang memiliki alat canggih untuk menolong korban yang sulit dievakuasi. Selain itu, di antara mereka juga ada yang membawa anjing pelacak, untuk mengendus mayat, untuk mengetahui titik korban meninggal yang bisa dievakuasi dan dikuburkan secara layak. 
                Meskipun hal tersebut tidak akan membantu menemukan seluruh korban hilang akibat gempa, setidaknya daftar nama korban yang ditemukan dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia semakin panjang. Dan sebaliknya, daftar korban hilang semakin menyusut. 
                Sebagian lembaga asing itu berposko di Rumah Gubernur Sumbar, dengan membuat tenda‑tenda darurat di halamannya. Sebagian lagi berposko di pusat‑pusat bencana di kabupaten/kota lainnya di antaranya di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. 
                Mereka tidak tidur di hotel mewah, tanpa asupan makanan bergizi, tanpa bisa mandi dengan layak dan tanpa upacara penyambutan berkelas oleh pemerintah kota setempat karena semuanya masih dalam suasana duka akibat tertimpa bencana. 
                Namun, wajah berseri‑seri mereka, kesigapan mereka saat membantu proses evakuasi, kepuasan mereka saat menyodorkan bantuan logistik kepada para korban gempa akan membuat orang memahami bahwa begitu banyak cinta usai guncangan gempa. 
               Jumlah mereka ratusan, dan tersebar pada sejumlah lokasi bangunan yang runtuh guna mengevakuasi warga yang masih terhimpit bangunan runtuh. 
                Sebagian dari mereka terlihat menerobos reruntuhan bangunan itu dan mencari para korban dengan menggunakan anjing pelacak, yakni di tempat banyak korban tertimbun massal seperti Hotel Ambacang. 
                Sebagian lagi dari mereka juga terlihat berjibaku dengan tanah liat saat berusaha mengevakuasi ratusan korban tanah longsor akibat gempa di Kabupaten Padang Pariaman. 
                Kepala Sekretariat Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, jumlah relawan asing yang sudah sampai di Provinsi Sumatera Barat hingga enam hari pascabencana melanda sekitar 400 orang lebih. 
                Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat karena masih banyak negara dan organisasi kemanusiaan yang berencana untuk mengirimkan personil dan bantuannya ke Sumbar. 
                "Sebagian dari para relawan asing itu ada yang datang saat hari kejadian, ada juga yang baru tiba satu hari atau beberapa hari setelah kejadian gempa bumi yang melanda sebagian wilayah di Sumatera Barat," kata Ade. 
                Ia juga menambahkan, mereka berasal dari berbagai negara sahabat yakni Uni Emirat Arab, Australia, Jepang, Swiss, Singapura, Korea dan lain sebagainya. 
                Menurut Ade, kehadiran para relawan asing itu sangat membantu tim penanggulangan bencana Sumatera Barat, baik dalam hal evakuasi korban, pelayanan kesehatan maupun pemberian bantuan logistik bagi warga yang membutuhkannya. 
                "Kami sangat tertolong dan keberadaan mereka di sini sangat efektif dalam membantu petugas lokal karena di antara mereka memiliki keahlian khusus, peralatan yang canggih dan kemampuan untuk memberikan donasi bagi para korban gempa," katanya. 
                Ia juga belum dapat memperkirakan sampai kapan para relawan asing itu akan berada di Sumatra Barat karena kemungkinan besar mereka akan tetap tinggal hingga kondisi tanggap darurat sekitar dua bulan ke depan berakhir. 
                Sementara itu, gempa bumi berkekuatan 7,6 SR mengguncang sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Rabu (30/9/2009). Gempa itu mengakibatkan puluhan ribu rumah, perkantoran, sekolah dan fasilitas umum rusak dengan kategori rusak parah, rusak sedang dan rusak ringan. 
                Wilayah yang paling parah akibat guncangan gempa adalah Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Kota Padang. 
                Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur di antaranya jaringan komunikasi, instalasi air dan listrik sehingga sebagai besar wilayah yanhg mengalami dampak gempa terparah masih gelap gulita dan warganya kesulitan mendapatkan air bersih. (antara)

Indeks WACANA hal 1 dari 69 | next >>
Terbaru dari CyberNas
INTERNASIONAL
JAWA TENGAH
NASIONAL
SPORT
PENDIDIKAN
WACANA
MAGELANG
 
Berita Terkait
Surat Pusaka Para Penguasa Oleh : Gugun El Guyanie
(Kamis, 11 Mar 2010 11:05:44)
Menyambut Kunjungan (Kekeluargaan) Barack Obama
(Kamis, 11 Mar 2010 11:02:03)
Berburu Produk China Di Perbatasan Oleh: YJ Naim
(Kamis, 11 Mar 2010 10:59:05)
Waspadai Akses Pornografi Dengan BB Oleh: Budi Sutedjo Dharma Oetomo
(Rabu, 10 Mar 2010 11:11:16)
Obama Batal ke Jogja
(Rabu, 10 Mar 2010 11:09:41)

Cyber Nas
Fatwa Haram Merokok, Buruh Tembakau Resah
(Jumat, 12 Mar 2010 11:15:49)
PDAM Klaten Sambut Raperda Inisiatif Air Tanah
(Jumat, 12 Mar 2010 11:15:05)
Tiap Bulan 210 Orang Tewas di Jalan Raya
(Jumat, 12 Mar 2010 11:14:20)
Cyber Metro
Sepeda Motor Raib
(Jumat, 12 Mar 2010 10:42:13)
Kios Disatroni
(Jumat, 12 Mar 2010 10:41:38)
Tabrakan, Dua Terluka
(Jumat, 12 Mar 2010 10:41:00)
Cyber Teen
Yuk Nyanyi Lagu Kebangsaan Seblum Belajar...
(Rabu, 10 Mar 2010 10:16:16)
Perlu Upaya Menyeluruh
(Rabu, 10 Mar 2010 10:14:59)
Aswin Bahar Pratama Jago Bahasa Inggris
(Rabu, 10 Mar 2010 10:13:37)
Cyber Community
Sanli BTI Direspon Positif
(Sabtu, 12 Sep 2009 12:56:27)
PITI: Indonesia Diperhitungkan Tiongkok
(Sabtu, 12 Sep 2009 12:53:52)
Donor Darah di RS Panti Rapih
(Sabtu, 12 Sep 2009 12:51:38)
Cyber Buzz
Figur Pemimpin
(Jumat, 12 Mar 2010 09:02:08)
Mentari Dekatkan Kehangatan dan Kebersamaan Keluarga
(Jumat, 12 Mar 2010 09:00:33)
Bisnis Finance Berkembang di Jogja
(Jumat, 12 Mar 2010 08:59:11)
Cyber Weekend
Gunung Nglanggeran Alternatif Wisata
(Sabtu, 12 Sep 2009 11:19:19)
Sekolah Impian, Kualitas Atawa Gengsi ?
(Rabu, 9 Jul 2008 14:00:16)
Sekolah Negeri Masih Difavoritkan
(Rabu, 9 Jul 2008 13:56:47)
Cyber Kids
Dapat Sertifikat Bahasa Inggris
(Senin, 3 Ags 2009 11:45:34)
Mengenal SDIT Internasional Luqman Al-Hakim
(Senin, 3 Ags 2009 11:44:30)
Lihat Pameran Sambil Belajar
(Senin, 3 Ags 2009 11:43:32)
Cyber Style
Gaya Simpel dan Unik Sedang Booming
(Senin, 21 Jul 2008 10:28:00)
Menyulap Interior Mobil Sesuai Selera
(Kamis, 26 Jan 2006 09:24:17)
Pasar Mobil 2006 Masih Potensial
(Senin, 5 Des 2005 13:40:22)
Cyber Culture
Tari Pendet dan Klaim Malaysia
(Rabu, 26 Ags 2009 12:05:37)
Pendet, Tari Persembahan Nan Agung
(Rabu, 26 Ags 2009 12:04:48)
Gamelan
(Sabtu, 11 Feb 2006 20:49:55)
Cyber Women
Puasa, Perpanjang Usia Biologis
(Senin, 3 Ags 2009 11:33:58)
Cermat Memilih Les untuk Anak
(Senin, 3 Ags 2009 11:32:47)
Urusan Sarapan, Kenapa Harus Ibu?
(Senin, 3 Ags 2009 11:31:42)
Cyber Event
Digelar "Sing&Modern Dance Competition"
(Sabtu, 23 Mei 2009 09:00:00)
Pokmas, Upaya Percepat Penyelesaian Masalah Pertanahan
(Rabu, 2 Jul 2008 11:46:59)
Bahas Pertanahan di Sleman
(Senin, 2 Jun 2008 09:02:45)
Cyber Sport
Milan dan Madrid Tersingkir
(Jumat, 12 Mar 2010 10:47:40)
Irfan Jadi Korban Kebrutalan Suporter
(Jumat, 12 Mar 2010 10:46:50)
18 Pemain PPSM ke Tangerang
(Jumat, 12 Mar 2010 10:45:42)
  

CyberNas Group : CyberNas | Metro | Teen | Community | Buzz | Weekend | Kids | Style | Culture | Women | Event | Sport | Game
Cyber Partner : Kedutaan RI | Hotel | Industri | Bank | University | Pesawat Terbang | Kereta Api | Taxi | Restouran | Bar & cafe
Powered by ELPRIMA GROUP