Obama, Nobel Perdamaian dan Indonesia Senin, 12 Okt 2009 09:48:13 SEORANG industrialis Swedia, Alfred Bernhard (Stockholm 21 Oktober 1833 - San Remo Italia 10 Desember 1896), sekitar tahun 1860 mulai mengusahakan pembuatan bahan-bahan peledak. Tahun 1867 dia menemukan dinamit, setelah itu alat dan obat peledak lain dan 1889 mesiu dengan asap sangat sedikit. Berdasarkan wasiat, dia menghibahkan bagian terbesar kekayaannya, lebih dari 32 juta krona Swedia guna mendirikan Lembaga Nobel, yang dari hasil bunga modal itu wajib dihadiahkan lima hadiah Nobel setiap tahun. Menurut Ensiklopedi Indonesia, hadiah-hadiah itu diberikan kepada mereka pada setiap 10 Desember, yakni mereka yang tahun lampau telah memberikan darma terbesar kepada kemanusiaan dalam lapangan ilmu alam, ilmu kimia, fisiologi atau kedokteran. Hadiah keempat diberikan kepada bidang sastra, kelima kepada orang yang berjasa bagi pemeliharaan perdamaian. Tahun 1968 ada hadiah keenam bagi ilmu pengetahuan ekonomi yang diprakarsai bank sentral Swedia. Pada tahun 2009 ini untuk bidang perdamaian, Hadiah Nobel itu diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Komite Nobel Norwegia mengumumkan keputusan itu pada hari Jumat (9/10/2009). Obama dipandang telah melakukan upaya yang luar biasa untuk memperkuat diplomasi internasional dan kerja sama di antara umat manusia dan visi dunia yang damai. Bagi negeri adi kuasa itu, Nobel Perdamaian sudah diterima oleh tiga kepala negaranya yakni Theodore Roosevelt (tahun 1906) dan Woodrow Wilson (1919). Dinamika kehidupan antarmanusia di seluruh penjuru dunia saat ini memang sungguh luar biasa. Tanpa adanya kesadaran, komitmen dan upaya terus menerus dari para pemimpin serta segenap bangsa dan negara untuk saling peduli, bekerjasama dan menciptakan perdamaian, maka akan selalu ada celah atau peristiwa yang mengakibatkan persengketaan dan akhirnya perpecahan. Siapa yang tidak ingin hidup damai? Baik di lingkup paling kecil, dimulai dari diri sendiri, keluarga, kampung, kota, provinsi, negara, regional dan global? Dalam keadaan damai saja, kehidupan tidak selalu mudah, karena masih tetap ada masalah dari hubungan antarmanusia sampai hubungan dengan alam semesta. Adanya berbagai macam bencana alam, termasuk di Indonesia, kiranya akan menambah rumit problematika kehidupan. Apalagi kalau solidaritas global tidak ada. Akan halnya Barack Obama yang menerima Nobel Perdamaian 2009, lepas dari tanggapan pro dan kontra dari masyarakat dunia, bagi Indonesia kiranya memberikan kesan tersendiri. Sebab Obama kecil pernah bersekolah di negeri ini serta kedekatan dan perhatian terhadap Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika juga memberikan inspirasi, motivasi dan upaya kerja keras banyak generasi muda di negara lain untuk berprestasi dan mengabdi bagi negara masing-masing. Sementara itu, seperti yang diumumkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Indonesia Dino Pati Djalal dan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyepakati bahwa kunjungan Obama ke Indonesia akan dilakukan tahun 2010. Kesepakatan itu dicapai ketika keduanya secara informal melakukan pertemuan di sela‑sela pelaksanaan KTT G‑20 di Pittsburgh akhir September 2009 lalu. Sebelumnya, Obama disebut‑sebut akan berkunjung ke Indonesia pada November 2009, saat dirinya melakukan lawatan ke beberapa negara Asia, termasuk ke negara tetangga Indonesia, Singapura. Namun rencana itu belum bisa dilaksanakan. Salah satu alasan Presiden Barack Obama menunda kunjungannya ke Jakarta adalah karena ia ingin kedua putrinya, Malia dan Sasha, juga bisa datang ke Indonesia, negeri yang membawa kenangan tersendiri bagi Obama. Duta Besar Republik Indonesia untuk AS, Sudjadnan Parnohadingrat, di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (8/10/2009) atau Jumat waktu Indonesia, sebagaimana dikutip Antara mengatakan, keinginan Obama untuk mengajak kedua puterinya itu ke Indonesia diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt M. Campbell ketika keduanya bertemu baru‑baru ini. Akhirnya selamat kepada Presiden Barack Obama untuk penghargaan Nobel Perdamaiannya. Semoga bersama masyarakat dunia lain dapat terus menjaga perdamaian di antara bangsa-bangsa. ***
| Indeks WACANA hal 1 dari 69 | next >> |
 INTERNASIONAL
|
 JAWA TENGAH
|
 NASIONAL
|
 SPORT
|
 PENDIDIKAN
|
 WACANA
|
 MAGELANG
| |
|
|