Chairul Saleh Jadi Guru Besar UII Rabu, 27 Feb 2008 10:30:24 SLEMAN --Dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang juga Direktur Program Pascasarjana Magister Teknik Industri (MTI) UII Ir R Chairul Saleh MSc, Ph.D diangkat menjadi Guru Besar (profesor) FTI UII oleh Mendiknas. SK pengangkatan Chairul Saleh menjadi guru besar diserahkan oleh Koordinator Kopertis V DIY Prof Dr Ir Budi Santoso Wignyasukarta di Ruang Rektorat Kampus Terpadu UII, Selasa (26/2), disaksikan Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc, Ketua Badan Wakaf UII Drs Safarudin Alwi MS serta para wakil rektor dan pimpinan fakultas di lingkungan UII. Menurut Rektor UII Prof Edy Suandi Hamid, dengan diangkatnya Ir Chairul Saleh menjadi guru besar maka sampai saat ini UII telah melahirkan 8 guru besar dan dua lagi sedang dalam proses pengangkatan menjadi guru besar. Dengan demikian, UII menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Kopertis Wilayah V DIY yang telah melahirkan guru besar terbanyak. Sementara secara nasional, menurut Prof Edy, hingga tahun 2008 tercatat ada sekitar 3.000 guru besar yang sebagian besar ada di perguruan tinggi negeri (PTN) dan 9.000 dosen yang akan disertifikasi. Untuk profesor (guru besar), yang merupakan jabatan akademik tertinggi, sertifikasi akan diberikan secara otomatis, Sedangkan untuk dosen, tidak berlaku mekanisme otomatis, tapi akan dihitung berdasarkan data angka kredit akademik, keterlibatan dalam jurusan dan departemen maupun prestasi. Sementara Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Prof Dr Ir Budi Santoso W mengatakan, para ilmuwan yang meraih predikat guru besar harus mampu menjaga ketahanan bangsa dengan tidak membiarkan pendidikan asing masuk ke Indonesia, khususnya Jogja. "Ilmuwan perlu menjawa ketahanan bangsa di bidang pendidikan agar lembaga pendidikan asing tidak mudah masuk ke Jogja," kata Prof Budi Santoso. Menurut Prof Budi Santoso, para ilmuwan harus mampu mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap pendidikan asing. Artinya, dengan gelar yang diraih harus mampu mengembangkan ilmu-ilmu yang ada agar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Ia memberi contoh, bagaimana ketergantungan Indonesia terhadap produk asing sebagai cermin ketidakmampuan Indonesia untuk menghasilkan produk tersebut. (phj)
| Indeks PENDIDIKAN hal 1 dari 135 | next >> |
 INTERNASIONAL
|
 JAWA TENGAH
|
 NASIONAL
|
 SPORT
|
 PENDIDIKAN
|
 WACANA
|
 MAGELANG
| |
|
|