PURBALINGGA‑‑Sebanyak tiga calon bupati yang akan berlaga pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Purbalingga, 18 April 2010, mengadu visi, misi, dan program kerja melalui "Dialog Interaktif Calon Bupati Dengan Pemuda".
Dialog yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purbalingga di Hotel Kencana Purbalingga, Minggu (7/3) dihadiri tiga calon bupati yakni Ir. Singgih Hidayat EHS Dipl Eng, R Bambang Budi Surjono, dan Drs H Heru Sudjatmoko MSi.
Singgih yang diusung PPP, PDP, dan partai nonparlemen mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi dan misinya. Singgih yang juga menantu Goentoer Darjono (Bupati Purbalingga periode 1973‑1979) menyatakan pentingnya aparatur pemerintah yang bersih, jujur, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
Ia mengaku, pencalonannya sebagai Bupati Purbalingga itu atas dorongan keluarga. "Ungkapan 'Pasti Bisa' yang saya jadikan jargon bukan berarti bisa segalanya. Namun saya berjanji akan belajar cepat untuk bisa merealisasikan impian untuk menyejahterakan masyarakat Purbalingga," katanya.
Sementara Bambang yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PMB, menyatakan menawarkan penuntasan pengangguran secara instan melalui program transmigrasi pemuda Purbalingga ke Kalimantan Timur. Mereka bisa bekerja sebagai petani pemilik lahan kelapa sawit di Kaltim.
Bambang yang akrab dengan sebutan BBS itu juga mengaku, akan mengampanyekan penanaman kelapa sawit sebanyak satu hingga 10 pohon di setiap pekarangan rumah. Ia mengaku, akan mendirikan pabrik pengolahan komoditas itu menggunakan uang pribadinya.
Cabup termuda itu terkesan tak mau kalah dengan para pesaingnya melalui keinginannya mengembangkan lahan luas di Purbalingga bagian utara sebagai objek wisata. "Lahan yang luas di utara sana sangat potensial untuk dijadikan objek wisata semacam Disneyland. Saya juga ingin menyulap lapangan udara Wirasaba menjadi sebuah bandara internasional," katanya.
Heru yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga dan maju pilkada diusung PDIP, PAN, PKB, dan PKS itu, menyatakan berjanji melanjutkan pembangunan yang telah dirintis bupati saat ini dengan penyempurnaan berbagai program sesuai dengan kebutuhan.
Ia mengaku, telah merencanakan berbagai program yang realistis, prorakyat, propedesaan, dan propelestarian lingkungan. Ia juga menyatakan janjinya berhati‑hati dalam mengelola dana di pemkab setempat baik bersumber dari pendapatan asli daerah, APBD Kabupaten Purbalingga, APBD Provinsi Jateng, maupun APBN. "Jangan sampai bupati masuk penjara hanya karena tidak mampu mengelola keuangan kabupaten yang begitu besar dan ditujukan sebesar‑besarnya bagi kemakmuran rakyat," katanya.
Ketua DPD KNPI Purbalingga, Sudarto, mengaku, pihaknya menyambut positif kehadiran semua cabup pada dialog itu. Mereka, katanya, telah menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi segala tantangan jika kelak menjadi bupati. "Salah satunya berhadapan dengan para pemuda yang selalu menjadi simbol kritis dan penuh gairah," katanya. (prs)