JOGJA ‑‑ Guna membantu mengembangkan UMKM‑UMKM di DIY, Pemprov DIY berencana membantu dalam hal permodalan bagi UMKM melalui Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP).
Kepala Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Pemprov DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan bantuan yang diberikan berupa modal sekitar Rp 5‑10 juta per UMKM. "Bantuan modal diberikan melalui BUKP di kecamatan dengan bunga yang rendah," ujarnya setelah mendampingi Gubernur DIY bertemuan dengan perwakilan BUKP di Kepatihan," Jumat (5/3).
Ia mengatakan rencana ini masih dalam pembahasan sehingga belum dapat dipastikan kapan dapat terealisasi. Namun akhir bulan nanti Gubernur DIY akan memanggil sejumlah BUKP untuk mematangkan rencana tersebut.
Di DIY sendiri jumlah BUKP mencapai 75 buah di tingkat kecamatan. Sebagian berkembang pesat dengan jumlah aset besar, sebagian justru sebaliknya. "Karena itu Gubernur sempat mengusulkan agar diadakan gruping BUKP tapi bukan peleburan," tambahnya. Dengan gruping ini tiga atau empat BUKP dapat bergabung untuk membantu memberikan modal bagi UMKM.
Dengan demikian bila ada BUKP yang mengalami kesulitan memberikan bantuan modal kepada UMKM karena keterbatasan aset, BUKP lainnya dapat membantu. Pasalnya selama ini ada peraturan yang menyaratkan satu UMKM hanya boleh meminjam pada satu BUKP saja.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda DIY Ichsanuri, serta Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset DIY, Bambang Wisnu Handoyo. (rat)