SOFAN KURNIAWAN/BERNAS JOGJA PERAYAAN EKARISTI--Uskup Agung Semarang Mgr Ign Suharyo Pr (kanan) memecahkan roti dan memasukan ke piala berisi anggur (lambang tubuh dan darah Kristus) dalam Perayaan Ekaristi Syukur di Jogja Expo Center, Selasa (6/10). Umat Katolik Ikuti Misa Syukur Uskup Rabu, 7 Okt 2009 12:04:39 JOGJA -- Sekitar 10.000 umat katolik mengikuti perayaan ekaristi syukur atas Persaudaran Dalam Penggembalaan Uskup Mgr Ignatius Suharyo, di JEC, Rabu (6/10). Misa syukur ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas penggembalaan Uskup Mgr Ignatius Suharyo selama 13 tahun di Keuskupan Agung Semarang. Dalam pelaksanaan ekaristi, uskup yang lahir 9 Juli 1950 ini mengatakan, Allah Bapa sumber kerahiman dan kekudusan karena itu umat harus bekerja di kebun anggur. "Namun dalam kenyataannya sebagai umat sering gagal dalam mewujudkan janji dan melaksanakan panggilan luhur itu," ujarnya. Meskipun umat sering tidak melayani dengan tulus hati, gagal, mengaburkan nasehat-nasehat injil-Nya untuk hidup sederhana taat dan setia, namun ia berpesan agar umat tetap kuat dan percaya akan kerahimanNya. "Menyadari akan kelemahan dan kekuranggan itu, kami mengakui hanya belas kasih dan kerahimanNya yang akan tetap menguatkan dan membersihkan keinginan duniawi," tandasnya. Uskup pun berpesan pada umat agar meneladan bunda Maria yang merupakan ratu rosio. Banyak yang kita bisa petik dari Bunda Maria untuk bekal kehidupan. Dalam perayaan Ekaristi yang melibatkan umat katolik DIY sebanyak 31 paroki, pastor, frater, biarawan dan biarawati ini uskup pun tak lupa mengajak agar bersyukur atas seluruh karya-karya Tuhan. Selain itu umat juga diajak bertobat untuk menyadari bahwa manusia banyak dosa dan kelemahan diri selama hidup bersaudara dengan sesama. Terpisah Antonius Sunarto selaku sekretaris panitia mengatakan acara ini sebagai ucapan syukur atas penggembalan selama 13 tahun di Keuskupan Agung Semarang. "Selain itu acara ini sebagai ucapan syukur karena Uskup Mgr Ign Suharyo menjadi uskup pengganti di Jakarta," katanya kepada Bernas Jogja. Ia pun berharap misa ini bisa menjadi alat pemersatu bagi umat Katolik khususnya umat Katolik DIY, meskipun yang mengikuti hanya terbatas 5 persen dari setiap paroki yang ada di DIY. Misa ini merupakan misa ketiga bagi Uskup atas syukur penggembalaan ini. Sebelumnya misa digelar di Solo dan Magelang. Setelah Jogja akan digelar di Semarang. (chb)
| Indeks METRO hal 1 dari 324 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|