Persewaan Pakaian Tradisional Habis Rabu, 7 Okt 2009 11:57:35 JOGJA -- Menindak lanjuti surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta No. 003/UM/2388 tertanggal 28 September 2009, perihal menyambut HUT ke-253 Kota Yogyakarta, sekolah-sekolah mengimbau kepada para siswanya dan mewajibkan kepada guru untuk mengenakan pakaian tradisioanal Jawa khas Jogja. Hal ini berdampak pada tempat-tempat yang menyediakan jasa persewaan pakaian tradisional. Pengamatan Bernas Jogja, Selasa (6/10), sejumlah tempat persewaan pakaian tradisioanl sudah kehabisan stok pakaian. Seperti di salon Kamaratih di jalan Poncowinatan No.76, kemarin stok pakaian tradisional sudah habis, hanya tinggal aksesoris seperti selop dan beberapa kebaya untuk dewasa. "Sejak hari Jumat (2/10) ibu-ibu sudah mulai mencarikan pakaian tradisional buat anaknya. Terutama untuk yang anak masih SD, pengennya komplit se-badan. Tapi kalau yang sudah SMU biasa cuma sewa atasan atau bawahan aja. Karena biasa mereka sudah punya, dan tinggal melengkapi," kata Hanriana, pemilik Salon Kamaratih, Selasa (6/10). Menurut dia, stok pakaian tradisional ramai disewa kalau saat menjelang hari Kartini atau wisudaan saja. Namun, itu pun pakaian tradisional semua yang umum, kalau saat ini yang banyak dicari dan habis hanya yang gaya Jogja. Padahal stok pakaian tradisional lain masih ada, seperti gaya Solo, tapi kata Hanriana kebanyakan tetap mengutamakan mencari yang gaya Jogja, apalagi anak-anak yang masih SD. Di tempatnya, stok yang sudah keluar sudah mencapai ratusan. Hanriana juga menambah stok pakaian sewanya karena permintaan hingga hari ini masih banyak. Untuk satu stel pakaian tradisional rata-rata diberi harga Rp 40.000-50.000 untuk satu kali sewa. Batas pengembaliannya diberi jangka waktu hingga dua hari setelah pemakaian. (c12)
| Indeks METRO hal 1 dari 324 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|