PANUJU TRIANGGA/BERNAS JOGJA KIOS SEMENTARA -- Beberapa pedagang menyiapkan kios sementara, Selasa (6/10), setelah disediakan tempat dan tenda oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Dan Ratu Boko. Pedagang Di Kompleks Candi Prambanan Mulai Jualan Masih Berharap Ada Bantuan Modal Rabu, 7 Okt 2009 11:50:13 PARA pedagang di taman wisata Candi Prambanan yang kiosnya terbakar, sejak hari Minggu (4/10) mulai berjualan lagi setelah disediakan tempat dan tenda sementara oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko. Lokasi sementara berada di sebelah utara lokasi kios yang terbakar. Barang dagangan yang dijual sebagian besar pakaian, sandal dan suvenir. "Harus mulai dari nol lagi. Untuk membuat kios sementara, biayanya sendiri. Harus membuat tiang-tiang kayu dan sekat kios. Kalau tenda hanya dipinjamkan tiga bulan," ungkap Hermin (28) salah satu pedagang yang mengaku semua dagangannya ludes saat terjadi kebakaran. Untuk membangun kios sementara yang sederhana, katanya, perlu biaya Rp 1 juta. Sedangkan Ludang Subiyantoro (36) yang barang dagangannya juga habis terbakar mengungkapkan, untuk mengadakan barang dagangan seperti sebelum terbakar paling tidak perlu modal Rp 30 - 40 juta. "Saya baru kulakan barang dagangan sekitar Rp 6 juta. Sebagian juga bantuan dari saudara-saudara," kata Ludang yang baru mulai berjualan Selasa (6/10). Untuk membuat kios sementara yang komplit, Ludang memperkirakan diperlukan biaya Rp 10 - 15 juta. "Untuk membeli satu triplek saja harganya Rp 45.000," ungkapnya. Ia juga mengkhawatirkan jika musim penghujan tiba air akan tampias dan masuk ke kios. "Ini mau menghadapi musim hujan, perlu antisipasi meninggikan lantai dengan papan kayu agar air tidak masuk. Tapi ya tergantung kemampuan dananya nanti," tambahnya. Kekhawatiran jika terjadi hujan juga diungkapkan Yati (51). Untuk sementara ia akan menutup dinding kiosnya dengan terpal. "Kalau musim hujan ya repot. Harusnya diberi dinding triplek, tapi belum ada dana. Sementara akan saya tutup pakai terpal dulu," katanya. Yati mengaku baru membeli barang dagangan senilai sekitar Rp 5 juta. "Paling tidak untuk beli barang dagangan perlu Rp 25 juta, itu saja belum komplit," tambah Yati yang mulai berjualan sejak hari Senin (5/10). Sejak mulai berjualan lagi, Yati mengaku penjualan belum ramai. "Senin kemarin baru laku sandal-sandal sekitar Rp 50.000," ungkapnya. Sedangkan Hermin, sejak berjualan hari Minggu lalu baru mendapat omzet sekitar Rp 200.000. "Harapannya besok bisa ramai lagi dan bisa menutup kerugian kemarin," katanya. Sementara mengenai bantuan dana dari pemerintah daerah, para pedagang mengaku belum ada. Proposal pengajuan bantuan sudah diserahkan ke pemerintah daerah setempat. "Sudah diajukan ke pemerintah kecamatan, Kabupaten Klaten, dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah sekitar empat hari setelah kebakaran. Tapi belum tau kapan bantuan bisa terealisasi," kata Hermin. Para pedagang, kata Ludang, sangat berharap pengajuan bantuan ke pemerintah bisa tembus. "Seberapapun dana bantuannya kami terima. Yang penting ada bantuan untuk tambahan modal," harapnya. Selain adanya dana bantuan dari pemerintah, para pedagang juga berharap pembangunan kembali kios yang terbakar segera dilakukan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko. "Jangan sampai terkatung-katung lama di tempat sementara ini. Karena sebagian besar pedagang menjadikan berdagang di sini sebagai pencaharian utama," kata salah seorang pedagang menambahkan. (c16)
| Indeks METRO hal 1 dari 325 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|