Sekolah Harus Berperan Lestarikan Batik Rabu, 7 Okt 2009 11:37:56 UPAYA melestarikan kebudayaan Indonesia menjadi tugas semua pihak. Tidak hanya pemerintah melalui kebijakan atawa regulasi yang dibuat, namun juga masyarakat dan instansi lainnya, baik negeri maupun swasta. Sebab berkembang atau justru musnahnya kebudayaan ada di tangan bangsa itu sendiri. Tanpa ada campur tangan dalam pelestariannya, budaya itu akan hilang atau justru diambil alih bangsa lain. Hal ini juga berlaku pada batik. Warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia ini harus dijaga semua pihak agar tidak musnah atau diklaim negara lain. "Tugas semua elemen bangsa untuk tetap menjaga kelestarian dan perkembangan batik," ujar pengamat batik asal Yogyakarta, Ibu Dra Kartini Pramono MHum saat berbincang dengan Bernas Remaja, kemarin. Nurut pengajar Fakultas Filsafat UGM ini, peran serta lembaga pendidikan, termasuk sekolah juga sangat penting untuk tetap menjaga kelestarian batik Indonesia. Sebab meski UNESCO sudah mengukuhkan batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya internasional non benda, namun pelestarianny tetap harus dijaga. Dengan demikian generasi muda bisa terus mempelajari batik dan melestarikannya sampai kapanpun. Budaya itu tidak akan hilang karena orang‑orang yang berkutat didalamnya terus bertambah. Upaya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY untuk menjadikan batik sebagai muatan lokal (mulok) menjadi salah satu upaya positif pelestarian batik. Terlebih dengan tambahan sarana dan guru pengajar batik di sekolah‑sekolah. "Ini bisa menjadi salah satu upaya dunia pendidikan dalam melestarikan dan mencintai kebudayaan. Namun diharapkan bisa konsisten penggunaannya karena itu yang hal yang penting untuk terus menjaga eksistensi batik meski sebenarnya masih banyak dinas atau sekolah yang menggunakan tekstil dengan motif batik dan bukannya batik yang sebenarnya," jelasnya. Selain itu, dengan menjadi mulok, Dinas Pendidikan atau sekolah secara langsung mewariskan kebudayaan nenek moyang pada generasi penerus selanjutnya. Siswa bisa secara langsung belajar tentang batik sehingga mereka bisa mencintai batik. Sebab batik sendiri tidak hanya berharga dari segi fisiknya. Namun memiliki nilai filosofi yang bisa dijadikan pembelajaran budi pekerti bagi generasi muda melalui simbol‑simbol ornamen, warna dan motifnya. Karena itulah diharapkan generasi muda bisa mencintai batik. Salah satunya dengan pemakaian batik dalam berbagai event. Desain pakaian batik bisa terus dikembangkan ragamnya juga sehingga membuat remaja pun mulai meliriknya. "Pengembangan desain batik memang harus dilakukan agar batik bisa lebih bisa 'menyapa' semua kalangan," ujarnya. (ptu)
| Indeks METRO hal 1 dari 324 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|