Ayo Dong Cintai Batik... Rabu, 7 Okt 2009 11:34:07 GUYS, tau kan kalo United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atawa UNESCO akhirnya mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia tak benda (nonbendawi) pada 2 Oktober lalu bersama 70‑an warisan budaya lain di dunia setelah 28 September ditetapkan secara resmi. Pengukuhan salah satu lembaga di Perserikatan Bangsa‑bangsa (PBB) yang membidangi pendidkan, ilmu pengetahuan en kebudayaan itu setelah melalui proses penelitian badan di bawah UNESCO yang beranggotakan lima negara, yakni Korea Selatan, Saudi Arabia, Kenya, Turki, dan Kuwait. Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak 2005 silam itu, tim akhirnya sepakat menetapkan batik Indonesia sebagai warisan budaya intagible atau bukan benda. Penilaian didasarkan pada pertimbangan berbagai aspek. Nggak cuma orisinalitas batik tapi juga kekhasan motif, perjalanan sejarah, apakah produk itu dibuat masyarakat dan tersebar di wilayah Indonesia en aspek lainnya. Pengakuan ini tentu membuat bangsa ini akhirnya lega sekaligus bangga. Gimana nggak, dengan legalitas ini maka negara lain seperti Malaysia yang bakal lagi bisa meng‑klaim batik sebagai milik mereka. Kebanggaan itu bahkan oleh presiden RI direalisasikan melalui imbauan penggunaan pakaian batik pada 2 Oktober lalu pada seluruh rakyat Indonesia. Nggak cuma di instansi pemerintah atawa swasta, tapi juga di tingkat sekolah. Sementara di lingkungan pendidikan Jogja sendiri, nggak cuma aturan pemakaian batik pada hari‑hari tertentu yang dijalankan. Kedepan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY akan menggulirkan fasilitas en sarana untuk pembelajaran batik beserta guru pengajarnya. Selain itu, batik juga akan dijadikan muatan lokal alias mulok di sekolah. So siswa bisa belajar secara langsung pembuatan batik untuk bisa menumbuhkan kecintaanya pada salah satu budaya bangsa yang adiluhung itu. Nah, bagaimana pendapat temen‑temen mengenai hal ini ? Apakah mereka menyambut baik kebijakan ini, atawa malah menolaknya karena dianggap batik adalah budaya jadul alias jaman dulu yang ketinggalan zaman ? Berikut komentar mereka. "Wah seneng banget akhirnya batik bisa dikukuhkan jadi milik Indonesia. Akhirnya Malaysia nggak bakal bisa mengklaim lagi en harga diri kita bisa meningkat," papar Azimati Nur, siswi kelas XI IA4 SMAN 1 Kasihan saat berbincang ama Bernas Remaja di sekolahnya, kemarin. Nurut Azi, upaya menjadikan batik sebagai mulok akan semakin mempertegas eksistensi batik di negara ini. Siswa bisa belajar langsung pembuatan batik secara detail, satu hal yang jarang atawa bahkan belum pernah dilakukan sebelumnya. Keterampilan itu akan menambah khasanah budaya peserta didik. Bahkan bisa menjadi pembelajaran moral en budi pekerti buat mereka cause nilai‑nilai filosofi yang terkandung di dalam motif, ornamen en warna batik. "Kita biasanya kan cuma tau pakenya aja, tapi dengan belajar langsung membuat batik maka secara nggak langsung juga bisa belajar tentang nilai‑nilai didalamnya," ungkapnya. Azi sendiri ngaku, dia emang cinta ama batik sejak dulu. Orangtua yang mengajarkannya untuk terbiasa mengenakan pakaian batik ke berbagai acara. Bahkan saking cintanya ma batik, dia ma temen‑temen pengen buat website khusus tentang batik di Indonesia. So akan banyak orang di belahan bumi manapun yang tahu tentang batik buatan anak negeri. "Kita pengen promosiin batik kemana aja lewat website itu biar semua orang pada tahu," ujarnya. Hal senada diungkapkan ama temen sekelas Azi, Dovi Uun Yutikasari. Nurut Dovi, generasi muda emang harus mencintai batik cause merekalah yang bertugas melestarikan warisan budaya nenek moyang itu. "Dengan belajar batik di sekolah maka kecintaan itu akan tumbuh, so kita bisa terus melestarikannya karena pembelajaran dilakukan terus menerus," ujarnya. Sementara Sudiyanto Pratama dari kelas XII IPS 1 bilang, selain jadi mulok, dia berharap sekolah bisa menyediakan banyak buku‑buku tentang batik di perpustakaan. So mereka bisa menambah pengetahuan akan dunia batik dan perkembangannya. "Selama ini buku‑buku tentang batik masih kurang banyak sehingga kita sulit untuk mempelajarinya. Apalagi tidak ada fasilitas untuk membuatnya," ungkapnya. Beragamnya buku‑buku tentang batik en praktik, lanjut Tama maka siswa akan terbiasa dengan batik. So mereka bakal terbiasa dengan batik dalam kehidupan sehari‑hari. Ditambahkan Riska Gilda Anggara, memakai batik untuk generasi muda seperti mereka bukanlah satu hal yang aneh en jadul. Banyak kok sekarang ini remaja yang mengenakan batik di berbagai kesempatan karena model pakaiannya sudah sangat beragam. "Meski nggak di semua event kita pake batik, tapi kita tetep cinta kok ma batik, apalagi sekarang ini desainnya macam‑macam en modis," imbuhnya. (ptu)
| Indeks METRO hal 1 dari 325 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|