Regina Safria/ANTARA. MINTA TURUN--Salah seorang anggota FPI (Front Pembela Islam) meminta sejumlah orang anggota Papernas yang berorasi dan diduga menyusup di antara ratusan para buruh yang sedang demonstrasi di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (1/5). Aksi unjukrasa ratusan buruh sempat tegang, karena puluhan anggota FPI dan FAKI (Front Anti Komunis Indonesia) mencari anggota Papernas (Partai Persatuan Pembebasan Nasional) yang mereka duga menyusup dan bergabung di dalam aksi Hari Buruh Internasional tersebut. Peringatan Hari Buruh Nyaris Rusuh Gara-gara Massa FAKI-FPI Incar Massa Papernas Rabu, 2 Mei 2007 08:32:00 TAK hanya buruh yang turun ke jalan untuk memuliakan harinya pada Hari Buruh Sedunia atau May Day 1 Mei kemarin. Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen gerakan mahasiswa, tak terkecuali LSM pun turut serta mengabadikan momen internasional itu sebagai ajang transformasi. Bahwa buruh atau pekerja yang memeras keringat demi kesuksesan pengusahanya, ternyata dari waktu ke waktu tak jua menuai kesejahteraan. Mulai dari ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, upah yang tak sesuai standar Upah Minimum Regional (UMR), hingga aneka aturan dan kebijakan yang membuatnya makin tercekik. Hanya saja, May Day 2007 ini, nyaris diwarnai kerusuhan. Bukan karena bentrok dengan aparat kepolisian yang setia memberi pengawalan dari awal hingga usainya aksi. Justru dengan sesama massa aksi yang sama-sama turun ke jalan, meski dengan tujuan berbeda. Berawal dari kedatangan massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan Front Peduli Islam (FPI) yang mengincar massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) yang bergabung dengan Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY) dalam aksi buruh. "Kami juga mendukung aksi buruh. Tapi kami tak mau masyarakat dalam aksinya disusupi oleh komunis gaya baru! Papernas itu komunis gaya baru!" tandas Koordinator FAKI Burhan kepada wartawan sembari membawa tongkat besi, Selasa (1/5) siang. Kedatangan massa FAKI dan FPI yang berjumlah sekitar 50-an orang itu telah sedari pagi, sekitar pukul 9:00 WIB di sisi selatan Gedung Agung. Mereka mengakui, kedatangannya hanya untuk mengincar massa Papernas yang sedari awal mereka tuding sebagai komunis. Bahkan bukan kali pertama ini. Sebelumnya, dalam Pra-konggres Papernas di Kaliurang awal 2007 lalu, mereka juga mendatangi tempat konggres. Lagi-lagi, nyaris bentrok. Akankah dilakukan swepping? "Nggak! Jadi masyarakat jangan takut. Kami nggak akan mengganggu anda. Kami hanya akan menciduk orang-orang Papernas. Akan kami bubarka seakar-akarnya!" tukas Muhammad Suhud, dari FAKI yang sebelumnya juga turut mengucapkan selamat Hari Buruh. Massa ARPY pun mendekat dengan rombongan jatilan di ujung barisan. Menyusul kemudian sebuah mobil bak terbuka tempat para orator menyampaikan uneg-uneg-nya. Disambung dengan barisan ratusan massa di belakangnya. Negosiasi antara aparat kepolisian dengan FAKI dan FPI pun terjadi. Kedua massa itu tetap kukuh untuk melakukan rencana awalnya. Menyeret massa Papernas keluar barisan atas dasar alasannya semula. "Pokoknya, jangan halangi kami untuk menyeret Papernas!" kata massa FPI dengan nada emosi. Saat barisan ARPY dengan tenang berjalan menuju ke arah perempatan Kantor Pos Besar, massa FAKI-FPI ikut merangsek ke tepi jalan mendekati barisan. Tiba-tiba mereka menarik dan sempat memukul dengan tongkat bendera FPI pada Korlap Aksi ARPY yang berada di atas bak mobil. Gara-garanya, Korlap itu mengingatkan massanya agar hati-hati terhadap provokasi pihak manapun. Di tengah perempatan pun, massa ARPY masih diliputi ketegangan. Pasalnya, massa FAKI-FPI masih bersiaga tak jauh dari mereka. Hingga saat kawalan polisi lengah, tiba-tiba massa FPI nyaris menarik paksa aktivis perempuan di dalam barisan yang mereka tengarai sebagai massa Papernas. "Mana, to polisinya?" protes massa ARPY yang nyaris ricuh. Sebelum terjadi kericuhan lebih lanjut, aparat kepolisian pun berhasil mencegahnya. Akhirnya, massa ARPY pun berhasil menyelasaikan aksinya usai membacakan pernyataan sikap. (ito)
| Indeks METRO hal 1 dari 326 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|