DEWI SAMUDYAHSARI/BERNAS JOGJA LUKISAN ABSTRAK-- Salah satu lukisan abstrak karya Kyai Fuad dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, 12-17 September 2009. Pameran Tunggal Lukisan Abstrak Kyai Fuad Berdzikir Lewat Lukisan Senin, 14 Sep 2009 12:11:59 LUKISAN abstrak merupakan golongan seni lukis yang tidak menampilkan bentuk‑bentuk obyek gambar yang representatif. Abstrak secara harafiah berarti terlepas dari bentuk ikatan apapun, tarikan dari manapun. Seni inilah yang kemudian digunakan oleh Muhammad Fuad Riyadi atau dikenal dengan Kyai Fuad. "Karena siapa saja bisa menikmati, orang apapun, agama apapun," kata Kyai Fuad saat jumpa pers, Sabtu (12/9). Pameran lukisan abstrak yang mengangkat tema Lukisan Abstrak Aura Dzikir ini merupakan pameran tunggal dan debut pertama Kyai Fuad, yang digelar oleh Manajemen Sang Kyai melukis bekerjasama dengan Bentara Budaya Yogyakarta. Sebanyak 16 karya sang pelukis digelar mulai Sabtu (12/9) hingga Kamis (17/9. Menurut Kyai Fuad, ia menggunakan lukisan abstrak sebagai bentuk pengapresiasian dirinya akan kegelisahan tentang agama yang dia rasakan. Kegelisahan itu dilihat Kyai Fuad dengan adanya gejala humanisasi agama. Agama hanya menjadi formalitas simbol keyakinan diri seseorang. Kemudian adanya gejala kekerasan agama. Seperti salah satu bentuknya adalah adanya operasi membasmi kemaksiatan ke tempat‑tempat maksiat dengan cara keras pada bulan Ramadan yang hampir setiap tahun dilakukan. Kemudian adanya gejala ekslusifisme agama. Kyai Fuad tidak menggunakan tulisan atau media lain karena tidak memiliki otoritas kepada masyarakat. "Pengeras‑pengeras suara begitu mengganggu, yang oleh umat Islam sendiri tidak disukai, apalagi oleh saudara‑saudara yang mempunyai keyakinan berbeda," kata Kyai Fuad. Menurutnya, ini sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk radikal. Gejala‑gejala ini yang menurut Kyai Fuad semakin mengkhawatirkan dan tajam terlihat. Karena agama itu seharusnya menawarkan satu hal, yaitu kasih sayang. Apapun agamanya, seharusnya menawarkan kesejahteraan, bukan hanya kepada sesama manusia tetapi mahkluk hidup lainnya Proses karya lukis itu sendiri dilakukan Kyai Fuad pada waktu‑waktu yang ia pertimbangkan, yaitu dalam suasana hening dan diliputi kesendirian sehingga ia pun bisa mengungkap dan melukiskan dengan tuntas. Sekitar bulan Maret tahun lalu, Kyai Fuad mulai melukis karya‑karya abstraknya. Ada yang hanya 1 jam, ada pula yang memakan waktu hingga setengah tahun. "Mementingkan keselarasan dalam kehidupan," kata AA Nurjaman, kurator dai lukisan abstrak Kyai Fuad, Sabtu (12/09). Inilah yang dilihat saat menelaah dan mempelajari lukisan‑lukisan Kyai Fuad. Menurutnya, keselarasan hidup manusialah yang ingin diungkapkan Kyai Fuad melalui lukisan‑lukisan abstrak yang bisa dipahami, dinikmati oleh siapa pun tanpa memandang agama apapun. "Lukisan karya Kyai Fuad menyiratkan irama dzikir," katanya. Dzikir secara spesifik diartikan dengan kata mengingat Allah dengan lisan dan hati. Dzikir pada lukisan Kyai Fuad merupakan bentuk relasi dan interaksi pengungkapan rasa dirinya dengan Tuhan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata maupun bentuk lain. Melihat karya sang pelukis seperti dalam lukisan yang berjudul "Naga Asa," lukisan ini ingin menyampaikan keinginan Kyai Fuad bahwa orang yang memiliki cita‑cita tercapai cita‑citanya. Kemudian aura yang muncul adalah aura kepemimpinan. Dalam karyanya, Kyai Fuad ingin memberikan aura positif sebagai solusi untuk kegelisahan bukan hanya dirinya, tetapi orang lain yang melihat, menikmati bahkan mereka yang kelak memiliki atau mengoleksi hasil karyanya. (c12)
| Indeks INFOTAINMENT hal 1 dari 56 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|