Fenomena Anti SKJ '94 Jumat, 6 Mar 2009 13:26:58 SKJ '94, band indie asal Jogja yang mengusung genre disco electro sporty pop, kini menjadi fenomena musik indie di kota gudeg ini. Bagaimana tidak, atribut‑atribut anti SKJ '94 berupa kaos dan stiker semakin marak beredar di kalangan muda di Jogja. Ditemui selepas manggung di Auditorium STIM AMP YKPN, Jogja, pekan lalu, SKJ '94 tak menampik kecemasan dalam benak mereka. "Mau bilang santai, tapi anak‑anak juga bilang muka gue ga santai," ucap Rangga. Atribut anti SKJ '94 muncul di berbagai penjuru kota. Biasanya atribut seperti kaos anti SKJ '94 digunakan oleh sekelompok muda‑mudi. Tak hanya itu, anti SKJ '94 juga muncul lewat stiker‑stiker di berbagai tempat atau tertempel di helm dan kendaraan bermotor. Menghadapi hal tersebut, SKJ '94 tidak sendirian. Menurut pengakuan personel SKJ '94, mereka terus mendapat dukungan dari band‑band indie lain seperti Jenny, dan The Super Mario Bross, yang notabene berbeda genre. "Mereka terus support kami untuk terus berkarya," tandas sang vokalis. Dalam menghadapi celaan yang kerap muncul, SKJ '94 mencoba belajar dari pengalaman band‑band besar seperti U2, Limp Bizkit, dan Sex Pistol yang juga mendapat celaan di masa mereka merajut karir. Bagi SKJ '94, pro dan kontra adalah hal yang wajar, asal tidak menjurus ke anarkisme. "Kalo ada orang nggak suka itu wajar. Tapi kalau sudah sampai bertindak anarkis, itu udah kelewatan. Anarkisme itu menjurus ke pengkotak‑kotakan musik. Orang yang masih mengkotak‑kotakan musik ga akan pernah berkembang," tegas Rangga. Menyinggung album kedua SKJ '94, Rangga mengungkapkan bahwa album ini sudah digarap mencapai 60 persen. "Di album kedua ini, SKJ '94 akan mencoba untuk merambah industri musik nasional. Distribusinya akan diperluas ke kota‑kota besar di Indonesia," sebut vokalis yang berasal dari Jakarta ini. (a16)
| Indeks INFOTAINMENT hal 1 dari 55 | next >> |
 METRO
|
 DIY
|
 KASUS/KRIMINAL
|
 INFOTAINMENT
| |
|
|