JOGJA -- Tiga obyek wisata yang ada di satu kawasan yakni Taman Pintar, Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Yogyakarta dipadukan dalam konsep "3 ini 1". Dengan konsep itu diharapkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Heri Lancono, mengatakan keterpaduan ketiga obyek wisata itu dimaksudkan untuk mempermudah wisatawan. Meski masing-masing dikelola instansi yang berbeda, namun wisatawan di ketiga obyek wisata itu merupakan satu kawasan kunjungan.
"Perlu sinergitas. Tahap awal terintegrasi dengan dibukanya pintu penghubung antara ketiganya, sehingga untuk mengunjungi satu obyek ke obyek lain wisatawan tidak harus memutar jauh," katanya di sela acara peresmian di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (12/3).
Pembukaan pintu yang menghubungkan ketiga obyek itu akan ditindaklanjuti dengan penataan lingkungan. Ke depan akan dibuat bangunan di titik pintu pertemuan ketiga obyek yang merepresentasikan keterpaduan ketiganya.
Bahkan, nantinya akan diintegrasikan dalam bentuk satu kesatuan tiket. "Untuk TBY yang selama ini gratis akan tetap dipertahankan, tiket hanya berlaku apabila ada event-event tertentu," katanya.
Dalam jangka panjang, kata Heri, akan dikembangkan Ground Zero yakni keterpaduan pengembangan wisata di kawasan Nol Kilometer. Meliputi Taman Pintar, TBY, Beteng Vredeburg, Gedung Agung, Museum Sono Budoyo, Kantor Pos Besar dan Gedung BI.
"Setelah Malioboro menjadi kawasan pedestrian maka ketiga obyek wisata ini akan terhubung dengan Gedung Agung. Sedangkan dengan Gedung BI, Kantor Pos dan Sono Budoyo akan dihubungkan dengan underpass di bawah Jalan P Senopati," jelasnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda DIY, Andung Prihadi, mengatakan keterpaduan tersebut tidak hanya secara fisik. Keterpaduan ketiga obyek itu juga memiliki makna filosofis yakni keterpaduan nilai budaya di TBY, nilai perjuangan di Benteng Vredeburg dan teknologi di Taman Pintar.
"Pengunjung sekaligus akan mendapatkan nilai-nilai itu. Jadi tidak hanya memintarkan tapi juga membangun spirit perjuangan dan budaya," katanya dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata DIY, H Tazbir SH M Hum.
Andung juga menekankan pentingnya upaya promosi bersama-sama antara ketiga obyek wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, mengatakan konsep integrasi ketiga obyek wisata itu akan memudahkan wisatawan sehingga membuat lebih nyaman. Selain itu kunjungan wisatawan juga akan lebih merata.
"Karena merasa nyaman dan terintegrasi maka akan bisa menahan pengunjung lebih lama. Kami juga akan membuat event-event menetap di TBY untuk menambah daya tarik," imbuhnya. (c16)